Good Design Indonesia, Platform Desainer dan Pelaku Usaha Indonesia Menuju Pasar Global

Guna memfasilitasi bakat serta memperluas cakrawala para orang kreatif itu, Kementerian Perdagangan melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional kembali menggelar ajang “Good Design Indonesia (GDI) 2020”.

Produk/produk peraih GDI sedang dipamerkan pada pameran Trade Expo Indonesia (TEI) di Alun/alun Grand Indonesia, Jakarta.
Produk/produk peraih GDI sedang dipamerkan pada pameran Trade Expo Indonesia (TEI) di Alun/alun Grand Indonesia, Jakarta.

Di lansir oleh Bisnis.com – JAKARTA – Indonesia seakan tak pernah kehilangan bibit orang-orang kreatif dalam menghasilkan karya desain. Bahkan, karya desain besutan anak bangsa, sudah merambah pasar manca negara.

Guna memfasilitasi bakat serta memperluas cakrawala para orang kreatif itu, Kementerian Perdagangan melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional kembali menggelar ajang “Good Design Indonesia (GDI) 2020”.

GDI ini adalah sebuah ajang penganugerahan berskala nasional yang diberikan kepada desainer atau pelaku usaha di Indonesia, yang mampu menghasilkan produk atau karya-karyaaa desain kreatif, inovatif, serta memiliki nilai komersial tinggi di pasar internasional.

Berbeda dengan ajang-ajang desain lainnya di Indonesia, GDI tidak pernah menawarkan hadiah berupa uang. Selain tropi dan sertifikat kemenangan dari Menteri Perdagangan, hal lain yang akan diperoleh para pemenang GDI adalah peluang bisnis untuk masuk ke pasar ekspor.

Kementerian Perdagangan berupaya memfasilitasi pemenang untuk membangun hubungan dagang dengan calon pembeli (buyer) baik di dalam maupun luar negeri.

Setiap tahunnya, produk-produk peraih GDI akan dipamerkan pada pameran Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta, dan pameran Good Design Award di Tokyo. Untuk tahun ini, produk-produk GDI juga akan dipamerkan selama tiga minggu di Alun Alun Grand Indonesia.

Hal lain yang membedakan GDI dengan ajang desain serupa adalah koneksitasnya dengan Good Design Award di Jepang. Proses penjurian GDI di Jakarta sekaligus menjadi seleksi awal dalam rangkaian penjurian Good Design Award.

Untuk itu, proses penjurian GDI juga menlibat perwakilan juri Good Design Award yang ditunjuk langsung oleh Japan Institute of Design Promotion (JDP) selaku pihak penyelenggara Good Design Award. Sehingga, para pemenang GDI berhak untuk langsung ke tahap 2nd screening pada kompetisi desain berkelas dunia tersebut yang diinisiasi sejak tahun 1957.

“Kenapa kami memilih Good Design Award (G-Mark) di Jepang untuk terkoneksi dengan GDI. Karena Good Design Award merupakan ajang desain tertua dan terbesar di dunia yang telah menjadi barometer perkembangan desain di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Good Design Award diikuti oleh lebi dari 4.000 produk, hasil karya desainer dari sekitar 20 negara di dunia,” ujar Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Ari Satria selaku pemangku gelaran dan program GDI.

Antusiasme peserta GDI setiap tahunnya selalu meningkat, di mana pada 2019 jumlah peserta terdaftar meningkat sebesar 66% dari tahun sebelumnya. GDI 2020 sudah memasuki masa pendaftaran, yang telah dibuka sejak 2 Januari dan akan ditutup 31 Maret 2020.

Ari menambahkan, “Kami mengadakan kerjasama dengan JDP agar Indonesia dapat menjadi linked country, sebagaimana yang dilakukan Singapura, Thailand dan India. Melalui kerjasama tersebut, seluruh pemenang GDI berpredikat GDI of The Year dan GDI Best akan difasilitasi untuk mengikuti ajang G-Mark di Jepang.

“Nah, teman-teman yang tertarik dan mau mendaftar silahkan langsung dicek saja melalui website iddc.kemendag.go.id/gdi karena pendaftaran kita buka secara online,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk pendaftar yang ingin mendaftarkan produknya tidak secara online, mungkin ada beberapa desainer atau pelaku usaha yang mengalami kesulitan saat mendaftar secara online, bisa langsung daftar melalui email kita di gooddesign-indonesia@kemendag.go.id.

Ari memastikan bahwa penyelenggaraan GDI terbuka untuk umum dengan persyaratan utama yaitu produk harus didesain oleh orang Indonesia baik perorangan maupun tim, yang dibuktikan dengan kartu identitas.

Selain itu, perusahaan yang memproduksi juga wajib memiliki legalitas usaha. Hal ini karena pemenang GDI akan kami dorong untuk bisa ekspor, sehingga harus memiliki legalitas usaha.

Kategorisasi Produk dan Sistem Penilaian

Adapun sebagaimana penyelenggaraan G-Mark di Jepang, maka mulai 2020 ini, GDI juga membuka 18 kategori produk yang dapat diikuti oleh peserta, antara lain seperti life products, home furniture and household goodshome appliancesICT equipment, housing fixtures, mobility, media, system and service, dan lain sebagainya yang diurai secara lengkap pada situs GDI.

Adapun untuk tahapan penjurian GDI, akan terbagi menjadi dua, yaitu: Tahap I merupakan seleksi produk melalui foto dan dokumen/bukti yang disampaikan secara daring.

Tahap II merupakan seleksi fisik terhadap produk yang lolos seleksi tahap pertama, dengan metode penilaian mengkombinasikan sistem scoring dan diskusi.

Produk yang layak meraih penghargaan GDI harus memenuhi 4 perspektif penilaian, yaitu:

1. Perspektif Pengguna (kemudahan penggunaan, keamanan lingkungan);
2. Perspektif Industri (apakah dengan produk tersebut permasalahan sebelumnya dapat terjawab); 3. Perspektif Sosial (apakah produk berkontribusi terhadap metode gaya baru di masyarakat);
4. Perspektif Masa (apakah produk menawarkan solusi berkelanjutan). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *